1. Aku Tuhan!
  2. Yang mesti berbicara apapun juga tetap tak bisa melupakan dia. Melupakan seseorang yang mungkin pernah singgah dihatiku dan pernah melenakan akhyalan ku di detik detik menjelang kepercayaan cinta yag terbit saat mentari menyinari hari hari sepiku. Dia, Tuhan! yang pernah dengan seenaknya memberi aku kepercayaan bahwa cinta ada di hatiku dan sayang ada dalam persasaanku. Tapi,Tuhan…….semuanya hanyalah bayang bayang kepedihan di akhir hidupku. Dia yang selalu memberi aku keseriusan hidup.   Dia yang ……Tuhan! jangan adakan perselisihan jika pada akhirnya aku terluka.   Pada akhirnya aku harus kehilangan di………………………………
  3. lihat aku,Tuhan! lihat betapa mnderitanya seseorang saat di beri kesempatan untuk melupakannya. Saat seseorang memberi hiasan penuh kasat kepedihan di mata hatiku sendiri. Aku Tuhan! akulah orang yang temngah menderita dalam kepercayaan cinta itu sendiri
  4. padahal aku berharap semua itu akan berbeda saat aku memberi pemikiran  tuk meninggalkan sesaat saja. meninggalkan rasa rindu di hatinya.
  5. Aku dan akhayalan cinta itu tak bisa ku lupakan kenapa Tuhanku yang Maha baik? Kenapa segalanya jelas jelas menyiksa pesasaanku s endiri. Aku tak menyangka…aku tak lagi pecaya yang ku minta ternyata hanyalah diskriminatif persoalan individu yang bergejolak sesaatnya pun.
  6. (dia..dia kan mengakhiri masa sendirinya dengan seseorang.dan bukan aku!)
Iklan