Sampai kapan pun engkau memang miliknya

Diam membisu di sudut malam malam mu akankah bisa menjelajahi rindumu padanya, duhai sahabat termaniz ku? Tidak! dan tak akan pernah bisa kau menjuliurkan lidah keinginanmu untuk menemui air liur harapannya. Dia disana..dalam istana yang penuh dengan bunga bunga lili di taman hatinya. Memutih suci  di bingkai kristal beningnya embun di pagi hangatnya. Dan dalam sekeliling tangkainya telah ia tancapkan kelembutan sapa yang penuh merindu luna rindu…….dan tak ada duri disana. Itu yang mesti engkau pahami duhai sang kerudung bersulam duka biru! Karena memang lili tak akan pernah merasakan duka dalam pencapaian cintanya. Mesti harus menantang hidup dalam musim yang tak pernah di ketahuinya.  Biarkan cinta menyambut sukma bahagia.

Menyambut dukamu adalah rintihan semusim saja

selamanya cinta selalu memberhentikan kejaran angin yang hendak menggoyahkan matahari sapanya………dan kini senja tealah mancapai puncak malam malam kelabumu dan engkau telah menggenggam mentari yang tenggelam di ufuk langit akhyalanmu. Biarkan kerinduan itu memeluk  cinta yang semetinya harus bersemi diantara tanya kapan dan kapan akan kembali karena wangi lili selalu akan mewangi walau diantara kerinduan menjauh. Suatu saat kau pasti menemukan lili lili yang lain dihati pelabuhan masa lalumu. Bersemilah dukamu di musim kenanganmu. Karena wangi tetaplah mewangi mesti kita menjauh.

(tuk sarah luna yang mengharapkan blue mengerjakan pr nya…….semoga senang ya dengan porsi karya ku yg sangat sederhana)

Iklan