Mau kemana lagi,Nett?

Masih ingin kau menjejaki langkahmu menuju jalan yang sampai saat ini belum sempurna kau harapkan nantinya,Net?  Duduklah dulu manis di dekatku. Dan biarkan aku berbicara padamu malam ini sebentar saja. Karena aku ingin kau memastikan langkahmu sebelum kau memang benar benar mengharapkannya. Maaf! Bukan aku ingin engkau mengubah keinginanan,mu. Bukan sayangku! Aku masih merespon semua yang engkau inginkan. Semuanya! Aku paham, engkau membutuhkan sinar lampu neon yang berkekuat yang besar di bandingkan saat ini bersamaku engkau masih menikmati redupnya cahaya lampu pijar di dinding rumah kita sekarang ini. Dan sangatlah paham jika engkau lebih memilih menikmati akhyalanmu sendiri dibandingkan menikmati kehidupan suramnya pijar kehidupan kita. Aku selalu mendukungmu, duhai kekasih tamnbatan hatiku. Karena aku menyayangimu. Dan aku sangat memahami segala kemauanmu. Karena aku lebih banyak tahu masa lalumu maka ku biarkan engkau menikmati akhyalanmu yang saat ini benar benar ingin kau wujudkan.

Duhai, bumi langit di rumah cinta kita……..

Ta akan pernah aku menuduh engkau sudah tak lagi sayang padaku saat engkau benar benar telah melangkah jauh dari bumi langit cinta kita ini. Ta akan sayangku. Karena aku sangat mengerti benar semua akhyalanmu di masa lalumu. Engkau adalah sinar pijar cinta pertama ku. Dan dengan engkau pula aku pernah benar benar menikmati hangatnya kasih sayang yang di pancarkan oleh bentuk sayangmu padaku. Di bibirmu aku pertama kali menikmati harumnya ketulusan cinta yang ada di bibirmu. Menggulum segala janji janji yang ingin kita ikrarkan berdua. Maka dari itu,duhai perempuan yang memilki mata yang indah dan bibir yang merah meronah. Aku ta akan pernah berharap memiliki rasa curiga sekalipun pada setiap keinginan dan akhyakanmu. Masih segar wajah cinta yang memancar di aura harapmu. Maka merekah bibir keinginanmu tuk menaklukan egomu sendiri. Dan masih ada aku yang akan selalu menunggumu disini. Disini bumi langit cinta kita berdua. Selamt tinggal,annete…..

Duduklah mendekat lagi dengan ku, maniz!

Esok mungkin aku tak akan pernah lagi berbincang denganmu dan mungkin juga aku tak lagi bisa mencium wangi cinta serta kehangatan tubuhmu di malam malamnya kemudian nantinya. Duduklah lebih mendekat dan biarkan aku menggenggam jemari tanganmu karena aku masih ingin menikmati kehangatan sentuhan jari jarimu saat aku berkehendak dalam sebuah a’liran impian’ bersamamu di sekujur tubuhku. Karena aku masih menggharapkan jemari itu menari nari dengan gemulai di sudut sudut pancaran respon tubuhku. Dan biarkan aku menikmatinya malam ini ya,sayangku.

(perempuan yang selalu berharap kemajuan masa depannya…………)

Iklan