Sudah hampir setengah hari dari sang waktunya kehidupan aku disini menantikan kehadiranmu d sini di taman hatiku yang tidak akan pernah merasa lelah untuk menyempurnakan janji .

Engkau yang tengah menyesuaikan kebimbanganmu dengan segala aspek kehidupan para satria janji janji . Bilakah engkau sedikit saja menoleh pada arah yang tiada pernah bisa hambar dari pandangan mata cintamu. Karena disini, di sebuah taman yang kemaren kemaren selalu kau sirami dengan air kepatuhan dalam bentuk sosialisasi keaspak rayuan rayuanmu sendiri.

Dan aku merasa akan sampai kapankah aku bertahan di sini, di taman yang mulai semakin sepi dengan halusinasi beragam warna kekesalanku sendiri atasΒ  janji janji yang engkau bisikan ke telingaku di seminggunya hari.

Dan aku tetap bertahan walau sampai kapan pun akan menanti kehadiranmu di sini demi menyempurnakan tasbih cinta yang selalu ku lafalfan di setiap waktu padamu, duhai penggagas cinta.

Iklan