Takdir……….

tak usah menyebutnya sebuah takdir sayangku

jika kamu sendiri terlalu sering mengumbar jiwa nakal mu menyentuh dekat nafsuku

jangan!

belenggu bukanlah sebuah penghalang pada saat engkau menampilkannya layar penuh emosi sesaatnya

terbanglah…………………

menerbangkan hembusannya………..

lara

jangan bilang itu sebuah dilema pada saat mataku hampir saja buta setiap engkau memberi manisan dalam penampilanmu, duhai sayangku

mengenyek..

membatinlah……………….

hingga dasar dalam celanamu menerbangkan sayap ku yang menafsu sesaatnya sang penguasa rasa lelaki

( tuk perempuan yang ku temui di sudut tembok sang kekasih, kapan akan kau tutupi kemaluanmu)

Iklan