Ya, kamu memang pernah menjadi bagian dalam khasana kehidupan hati dan impianku sayang. Ya ta akan pernah aku lupakan itu namun sejujurnya aku merasa saat ini bukanlah hal yang tepat untuk membicarakan kamu sayang atau membicarakan kekasih kita yang baru. Tidak tepat. Sama seperti senggawa di gelombang nafsu sang rama untuk memiliki sang putri sinta. Meski demikian rama tetap mengejar sang dewi sinta.

Sedang aku……….

tak akan pernah aku mengejarmu untuk  kembali dalam pelukkanku. Ta akan pernah aku memimpikan untuk hidup di dunia cinta bersamamu lagi. Bergegaslah pergi, genggam hadist cinta yang pernah ku lafalkan itu untuk jiwa dan hatimu. Karena ku tak pernah lagi memilikinya. Untukmu dan juga untuk kebaikkan kamu dan kekasihmu yang baru.

Menepihlah di dasar samudranya dan jangan berlabuh disini. Karena riak akah selalu ada. Dan juga gelombang yang akan terus akan menerus tetap menggoyahkan cinta kita. Karena kamu bukan lah milikku lagi. Karena perahu yang sedang membawamu berlayar tidak lagi aku yang mengayuhnya. Nahkoda itu telah tergantikan dan aku merestuinya. pergilah dengan kekasihmu yang baru………………..Demi aku yang pernah ada di hatimu

Jika nanti kita bertemu lagi satu pintaku jangan pernah kau tanyakan lagi

mungkin saja kau bukan yang dulu lagi.

( jika u bertemu dengan kekasihmu yang dulu gimana?)

Iklan