nasib bak cando buah pitulo

nasib bak cando buah pitulo

di dalam ramuak lah batarawang

di lua sandiang lai tagak jua

di lua sandiang lai tagak jua

palampak malu kabakeh urang……………….

lagu itu ada ku dengar saat aku melewati rumah kekasihku yang benar benar urang dari baratnya sumatera. Mendengarkan dengan ketidak pengertian khazanah arti dari lagunya namun aku harus menerjemahkannya dalam kepastian kalau akulah yang akan dia ajak untuk mendengarkannya.

Mendengarkan dengan penuh penjernihan akal yang telah teredam kebijakkan sebuah hasrat untuk saling berbagi kata perkata aku sayang padamu! Tetapi dengan sepenuh hasrat yang kian menjerumuskan emosi ketakutan akan penerjemahan kalimat itulah pada akhirnya aku hanya mendengarkan bait lagu itu yang ku yakin akulah lelaki yang memang harus memperdengarkan penjernihan kalimat kalaimat yang mungkin suatu saat akan aku ungkapkan

( tuk seseorang yang sedang memulai untuk mencintai dan mencintai)

Iklan