Duhai penguasa langit cintaku…………..

sentuhan kalimat telah ku rangkai dengan sempurnanya untuk menegaskan kalau engkaulah sesuatu rasa yang pernah tertinggal di hatiku. Di hati yang mungkin telah terkufur nik’matnya sebuah perasaan perasaan atas zat yang lebih sempurnanya hakekat CiNTa. Cinta yang tertinggal di ujung dekat danau ragaku. Dekat dengan bibir kesetiaanku . Dan di dekat ajalnya sebuah penegasan rasa itu sendiri. Bila semua ini menghendak namun engkau masih mengharapkan sesuatu yang lain. Terbanglah………terbang dalam kepakan sayap sayap rasa CinTa yang engkau masih miliki. Terbanglah dan kepakkan dengan sayap sayap perasaanmu sendiri. Karena langit masih meluas. Karena angin masih berhembuskan rasa. Karena bintang akan tetap terus menyinari segala akhyalan dan impianmu untuk memiliki Cinta yag lain.

Terbanglah jikalau keinginan itu masih lebih baik  yang kau punya sayangku. Dan jangan menoleh pada langit yang meluas. Jangan mengelak dari angin yang berhembus. Dan jangan pernah kembali tuk memberhentikan cahaya bintang yang akan terus bersinar dalam perasaan dan semua akhyaan CinTa yang kau miliki.

( jika kekasihmu menghendaki putus apa yg engkau perbuat sahabatku?)

Iklan