udara telah mengalir di sekitar roh nafasku. Nafas yang tanpa kita sadari mempersatukan sekat sekat pembatasan antara kehidupan yang nampak dan kehidupan yang seakan nampak nyata. Kenyataan yang dengan sempurnanya sudah ada diambang impian sisa malam tadi. Hhmmm……………..lelahkah kita tuk  mengingatkan apa yang sudah di lakukan oleh bayangan bayangan seluruh impian kita semuanya? Letihkan kita untuk sekedar mempercayai alkitab kehidupan di buminya cInta, duhai sahabat?  Kita telah tercipta tuk ada dipenghujung dosa dan kehidupan yang suci. Selalu saja ada ajal yang enggan kita percayai kan?  siapkah semua mengenai hikmah kehidupan yang sebenarnya. Udara tetaplah sempurnanya udara kepalsuan, kebengisan serta ketidak becusan kita mengharfai udara ketaubatannya yang sesempurnanya sebuah taubat!

Waktu dalam sapanya pagi memang sudah bergetar di cintanya sang ajal tuk penghuni bumi CiNtaNya cinta kenyataan tetaplah sebuah pertolongan sang waktu. Jangan pernah menghitung waktu yang engkau miliki jika ternyata engkau sendiri enggan mengabdi pada waktu yang sudah di tetapkan Sang Waktu itu sendiri. Tak pernah ada aliran detik yang egoisnya lebih sangatlah egois ajal nafsu kita, karena tak ada sang waktu yang bisa menolong keletihan dan kelelahan nyawa waktumu saat batas itu berakhir dengan sebuah  kematian.

sapalah embun pagi harimu dengan segala yang elok di pandang lewat jalur kabikan atau lewat rel kereta kebajikan dirimu,duhai sahabat. Karena udara sang waktu akan segera mendekat di penghujung ajal kehidupan mu sendiri. Aku,dia,mereka,kamu serta semua penghuni bumi CiNTa itu sendiri.

(maukan sahabat menghargai waktumu sendiri?)

Iklan