enggan berharap namun hati menyisahkan keinginan

sejenak mendiami rumah kerinduan yang terkubur sepi

dan ilalang ilalang pun secara bergantian menggoyangkan tubuhnya saat angin datang berdendang dendang diantara suara sesak kepedihan dan suara bergemuruh kesenangan

kapankah jiwa ini segera berpulang?

Azaz praduka bathin enggan membolak balikan fakta yang terjadi dalam sanubari hatinya

sejenak mendiami rumah kerinduan yang terkubur sepi

Sedangkan fatamorgana langit sang Penguasa sulit tuk diarifkan pengampunannya, sejak malam telah memutih dan pagi enggan bersinar

kapankah jiwa ini kan kembali pulang!

( masih menyisahkan kenyataan kalau dunia ini akan berakhir kan sahabat!)

Iklan