Tunduklah di atas kapal pesiar rindumu ,duhai orang orang terkasihku………

Tuntaskan dengan lafal yang syhadu sebait alkitab perasaanmu di pelukan sajadah malam malam pekatmu.Ya, coba terapkan sekali lagi atau berulang langlah pada saat engkau mengingatnya. Mengingat akan segala apa yang telah di rangkum dalam aljabar hari hari mu. Ya,cobalah untuk mempelajari rumus rumus kesetiaanmu di kurangi rasa ketidak perdulianmu dan dibagi dengan angka angka rasa yang timbul dalam rincian arti sebuah perasaan. Tidak! jangan mengulangi jika pada akhirnya engkau enggan untuk menerapkannya. Jangan mengelak jika seumpama engkau telah berhasil meniduri dosa dosamu sendiri. Dosa yang mungkin tanpa sadar telah kau terapkan disetiap langkah langkahmu untuk meninggalkan kotamu.

Duduklah bersila jika seumpama kapal pesiar rindumu terus bergoyang di terpa angin ingatanmu. Duduklah mendekap tasbih cinta yang sudah di garis tangani oleh leluhur sanak saudaramu bahwa engkau adalah sang penakluk bumi impian. Impian yang semoga kau bawa di kotamu dengan penuh kebahagiaan. Atau pun jika pun mengelak dari takdir yang lain dari impianmu janganlah engkau mendustai apa yang dinamakan sebagai Sang Pemilik Bumi dan Langit. Tuhanmu!

ka’deji nania tunja……………bajinu boli si’kedde

kisila leang…..sannang torji pa’maikku (asli lagu makasar ini agak agak ngejazz gityu dech)

(apa yang tersirat sat kalian mengingat kota kelahiranmu sendiri sahabatku…….)

Iklan