menerawang mata dalam kasat yang tertunduk diantara gelombang asap diantara batang batang rokok yang menghujam pekat

desah nafas diam sembunyikan lepas luka yang sedari kemaren

kuncup kapas filter  dukanya telah menyusut menghabiskan  diam  di jantung hatinya

entah menangiskah atau meniduri rasa perih di bibir bergincu

“aku bukan perawannya Tuhan kan, Duhai malaikat malam malamku” tuturnya dengan sendirian

bibirku telah  merekah diantara belahan rasa pengapnya berita duka mengisi hatiku yang benar benar kosong

rasakan kecupan bibirku yang berlumuran darah kedustaan

nikmati batang rokok nistaku agar bisa kau hirup kepulan asap kebohongan janji janji manis

“Masih mau kau tiduri tubuh bengisku, sayang,” ajaknya dalam rayuannya

dan masih kau ingat aku kan,sayang……………………wanita dengan gincu merah yang berdarah perawan malam.

(  jadi masih mau ngerokok,sahabat!)

Iklan