sedekah nyawa sudah berada diujung jemari tanganmu, kakimu bahkan mendekat diselah selah selangkanganmu. Namun engkau tetap berada di barisan terdepan tatkala pagelaran dosa di musimnya senggawa. Mengelak saja pun engkau tak berniat apalagi mendustai sang waktu. Engkau berasa sudah lebih moderat dibandingkan dengan globalisasinya sang maut. Tertawa bahkan menjungkal balikan kesedihan pun semakin meluas.

Engkau berada di duniamu sendiri tanpa memperdulikan hakekat Sang Tuhanmu. Engkau lebih sempurna perasaan egomu disandingkan dengan meluasnya kehendakNya. Hingga engkau merasa parfum yang melekat di seluruh tubuhmu itu sendiri lebih bisa mengartikan arti sebuah kemakmuran, kekayaan serta kelebihanmu didunia daripada sekelilingmu. Meski engkau mengerti korupsi itu jahat tetapi tetap engkau nikmati. Sehingga aku lebih suka mencium jembutku sendiri dari pada harus mencium wangi parfummu yang snagat mahal itu.

wangi koruptor lebih meluas akhir akhir ini y,kawan?

Iklan