Lalu bertemulah sang jiwa jiwa pecinta, pecinta tanpa batas buat keterangannya masing masing

dengan tatapan bertemulah

dengan hembusan rayu seperti sang maut menggerogoti nafsunya

tetapi kemudian terikatlah sebuah ikrar, tetapi sang jiwa seperti berterbangan tanya

dengan sentuhan terasa nyinyir tak terelakan kelamin pun seperti jembatan tua yang sudah reyot,tetapi jiwa jiwanya seperti tak berjalan normal

kemudian sang kelamin menjadi hambatan,sindiran bahkan cacian buat pemilik jiwa jiwa yang sempit

 

tragedi umar dan icha,bekasi jatiasih 2011

Iklan