seperti membuka baju,celana dan segalanya

tetapi jerat sepertinya lebih dahulu menelanjangi kelakuannya,

supaya lebih terasa dan akuntabel saat berdekatan denganmu

nafsu pemikiranmu atas sesuatu hal yang menyenangkan(menurutnya) jelas jelas lebih membayang dibandingkan bayangan lain intervensi dari pihak korupsimu sendiri.

Lalu engkau berpergian

lalu engkau membuka pakaian moral dan moril si pemakai baju lainnya

dan engkau bertopi dengan manieznya,

lalu engkau tersudut seperti menelanjangi kelamin persoalan persoalan yang engkau tuturkan

 

bisakah tuntas persoalan Bapak Nazaruddin?

Iklan