Sudah malam, Nona

Kemarilah mendekat denganku. Duduklah di pangkuanku, sayang. Kan ku ceritakan tentang cinta yang tak pernah pudar dari hari hari sang penawar cinta itu sendiri. Duduklah sini, sayangku. Dengarkanlah dengan suara hati yang memang benar benar ingin kau simak kisahnya dan jangan kau tawarkan tanya yang tak jelas saat cinta itu akan mengalir dari kisah di bibirku ini. Tersenyumlah, maniz. Tersenyumlah untuk aku.

Dia adalah mawar yang selalu menaburkan putik putikย  kesederhanaan serta menyebarkan daun daun yang maniz saat menebarkannya pada tanah yang terkadang becek dan terkadang mengering penuh ke sinergi kecemasan. Mawar yang senantiasa memberi sapa hangat nan bermataforgana sang langit pagi hari. Bahkan sampai di ujung malam sekalipun.

Mawar yang durinya terasa sakit sangat sempurna kesakitannya saat luka mulai menyapa di mahkotanya dan dusta mulai menyirami sekujur batang akar jiwanya. Namun tetap saja mawar namanya. Yang mungkin terasa romantice saat berwarna merah, kuning dan putih. Dan ia benar benar mawar untuk bumi sang pencinta

Bertahun sudah mawar itu bersujud dalam cinta yang ia lakukan dalam wangi cintanya dalam tasbih cinta yang ia bacakan lewat sepoian angin dan menunduk penuh khusuk pada sesuatu yang telah membiuskan mata hati nya agar selalu mendekat dalm genggaman tanah kasih sayangnya…….ach! Mawar telah jatuh cinta pada saat ia hendak merundukkan nyawanya sendiri tatkala wadah langit serta kristal dunia akan sirna perlahan lahan namun mawar tetap bertahan pada cintanya. Dan hanya lewat tanah kasih sayangnya yang telah menggenggam akar jiwanyalah ia membagi kemurnian cintanya sampai di ujung usia………….

Dan mawar itu pun sirna dalam genggaman tanah kasih sayang, duhai nona yang selalu mewarisi senyum yang penuh keindahan di bibir merahmu. Tetaplah duduk dalam pangkuanku meski usia kita tetap tak bisa mengelak dari rasa ketuaannya.

(hadiah khusus untuk para bidadari (julukan bangย  Nug)bloger semuanya………semuanya. Salam hangat dari bluethunderheart katanya untuk kalian.

Iklan