dalam diam kita bertanya

tetapi apakah ada sebuah jawaban langsung dariNya

lalu termenung

jejak langkah nalarnya terhenti

seperti dogma dalam lagu pujian di altar gereja

dengan diam kita terus merenung

mempertontonkan khazanah arti dari sebuah pergolakan bathin

lalu terus merenung

seperti alunan ayat ayat suci di sebuah surau, samping persawahan pedesaan

dan kita merenung

sementara  dua danauNya sedang menanti  kita,dengan rasa panas atau sejuk,seperti neraka atau surga

dengan diam masih saja merenung

seperti ingin menelanjangiTuhannya seketika penyesalan serta derita hidup tak pernah berhenti menyapa garis hidup sang manusia

serambi sunyi,jakarta di ujung tahun 2012

Iklan