selembut sapa


dalam diam kita bertanya

tetapi apakah ada sebuah jawaban langsung dariNya

lalu termenung

jejak langkah nalarnya terhenti

seperti dogma dalam lagu pujian di altar gereja

dengan diam kita terus merenung

mempertontonkan khazanah arti dari sebuah pergolakan bathin

lalu terus merenung

seperti alunan ayat ayat suci di sebuah surau, samping persawahan pedesaan

dan kita merenung

sementara  dua danauNya sedang menanti  kita,dengan rasa panas atau sejuk,seperti neraka atau surga

dengan diam masih saja merenung

seperti ingin menelanjangiTuhannya seketika penyesalan serta derita hidup tak pernah berhenti menyapa garis hidup sang manusia

serambi sunyi,jakarta di ujung tahun 2012

Diam diantara himpitan keinginan

sebuah alasan seperti hendak mendorongnya,agar

bisa terwujud

Tetapi jeritan bathin seperti kotbah sang Pendeta.

Bahkan sehalus tuturan sang Iman terus menerus membisikannya,membelah niat dan keinginan

Lalu peradaban dunia berwarna,dari kebuasan,kerakusan menggodanya

untuk menikmati indahnya surga dunia dan hartanya

Lalu diam menjadi emas

Menjadi sebuah pelajaran,

dan pemikiran bahwa vagina bukan untuk  dijual, dibagi bagi pada setiap insan yang menginginkan rasanya

Bahwa Vagina tetap harus dijaga pada suata massanya nanti………..

 

Diksi puisi  untuk para gadis dimana saja,november 2012

 

kapasitas untuk bersapa tak terbatas

say hello menjadi pembuka percakapan di jejaringan

tanpa dosa dan bersalah mulai menghembuskan hawa nafsu dari kata perkata

jedah waktu dan usia bukan lagi sebuah dogmah yang mesti dipegang

lalu beberapa hari kemudian berjanji

menentukan waktu dan hari pertemuan

lalu sabda keluarga tak menjerahnya

hingga tangis kemudian menjadi sebuah hidangan disetiap detiknya

tatkala vaginanya mulai tak lagi bisa menghentikan rasa Malu

lalu menangis

lalu bersedih

lalu……………………………………….menyesal!

jerit sang gadis dijejaringan sosial,2012

Sudah malam, Nona

Kemarilah mendekat denganku. Duduklah di pangkuanku, sayang. Kan ku ceritakan tentang cinta yang tak pernah pudar dari hari hari sang penawar cinta itu sendiri. Duduklah sini, sayangku. Dengarkanlah dengan suara hati yang memang benar benar ingin kau simak kisahnya dan jangan kau tawarkan tanya yang tak jelas saat cinta itu akan mengalir dari kisah di bibirku ini. Tersenyumlah, maniz. Tersenyumlah untuk aku.

Dia adalah mawar yang selalu menaburkan putik putik  kesederhanaan serta menyebarkan daun daun yang maniz saat menebarkannya pada tanah yang terkadang becek dan terkadang mengering penuh ke sinergi kecemasan. Mawar yang senantiasa memberi sapa hangat nan bermataforgana sang langit pagi hari. Bahkan sampai di ujung malam sekalipun.

Mawar yang durinya terasa sakit sangat sempurna kesakitannya saat luka mulai menyapa di mahkotanya dan dusta mulai menyirami sekujur batang akar jiwanya. Namun tetap saja mawar namanya. Yang mungkin terasa romantice saat berwarna merah, kuning dan putih. Dan ia benar benar mawar untuk bumi sang pencinta

Bertahun sudah mawar itu bersujud dalam cinta yang ia lakukan dalam wangi cintanya dalam tasbih cinta yang ia bacakan lewat sepoian angin dan menunduk penuh khusuk pada sesuatu yang telah membiuskan mata hati nya agar selalu mendekat dalm genggaman tanah kasih sayangnya…….ach! Mawar telah jatuh cinta pada saat ia hendak merundukkan nyawanya sendiri tatkala wadah langit serta kristal dunia akan sirna perlahan lahan namun mawar tetap bertahan pada cintanya. Dan hanya lewat tanah kasih sayangnya yang telah menggenggam akar jiwanyalah ia membagi kemurnian cintanya sampai di ujung usia………….

Dan mawar itu pun sirna dalam genggaman tanah kasih sayang, duhai nona yang selalu mewarisi senyum yang penuh keindahan di bibir merahmu. Tetaplah duduk dalam pangkuanku meski usia kita tetap tak bisa mengelak dari rasa ketuaannya.

(hadiah khusus untuk para bidadari (julukan bang  Nug)bloger semuanya………semuanya. Salam hangat dari bluethunderheart katanya untuk kalian.

sudah dilepaskannya semua pakaian dan celananya, bahkan sampai celana dalamnya . lalu

segelas minuman berkhasiat penuh gairah pun sudah diminumnya,sampai

tak tersisa. Bahkan sesendok madu juga diminumnya.

Lalu beranjak mendekat cermin yang menempel didinding kamar tidur kostnya.

Tanpa kedip, memandang seluruh tubuhnya. Dengan berjuta tanya yang tak pernah ia temukan jawabannya.

Mengapa sampai saat ini. Di usiaku menjelang dua puluh lima tahun belum juga menemukan PErempuan maNIS untuk

ku pinang menjadi pendamping hiidupku?

lalu laki laki itu bercermin dengan dengus yang tak berujung.Bahkan sampai keringat mengucur diseluruh tubuhnya.

 

Jendela jiwa lelaki kesepian,november 2011

letih,setajam keringat yang menawarkan nafsu,dengan

aroma berserakan tanpa batas.

sebatas kerinduan yang mendalam akan percikan tanah membecek.di

tepisan hujan sisa kemaren hari.

lalu lalang para penduduk desa desa menyempitkan ruas bercengkrama tetapi selalu ada pesta dansa dari angin yang mengundang jatuhnya hujan,di

selangkangannya bahkan di alat vitalnya alam pedesaanku.

bahkan masih ada JEMbatan BUTut didekat surau pembatas desa satu yang lainnya.

tetapi kerinduanlah yang mengajakku untuk pulang.

tasikmalaya,2011- akhir october

pantas

selalu saja

tetapi keinginan

sudahlah

tetapi hasrat ini

lusa aza

tetapi kehendak libidoku memuncak

masih ada hari hari yang lain,sayang.Kerana,

aku  masih datang bulan.Makanya tak bisa melayanimu

desakan sang suami pada sang istri,jakarta 2011

Laman Berikutnya »