sudah dilepaskannya semua pakaian dan celananya, bahkan sampai celana dalamnya . lalu

segelas minuman berkhasiat penuh gairah pun sudah diminumnya,sampai

tak tersisa. Bahkan sesendok madu juga diminumnya.

Lalu beranjak mendekat cermin yang menempel didinding kamar tidur kostnya.

Tanpa kedip, memandang seluruh tubuhnya. Dengan berjuta tanya yang tak pernah ia temukan jawabannya.

Mengapa sampai saat ini. Di usiaku menjelang dua puluh lima tahun belum juga menemukan PErempuan maNIS untuk

ku pinang menjadi pendamping hiidupku?

lalu laki laki itu bercermin dengan dengus yang tak berujung.Bahkan sampai keringat mengucur diseluruh tubuhnya.

 

Jendela jiwa lelaki kesepian,november 2011

letih,setajam keringat yang menawarkan nafsu,dengan

aroma berserakan tanpa batas.

sebatas kerinduan yang mendalam akan percikan tanah membecek.di

tepisan hujan sisa kemaren hari.

lalu lalang para penduduk desa desa menyempitkan ruas bercengkrama tetapi selalu ada pesta dansa dari angin yang mengundang jatuhnya hujan,di

selangkangannya bahkan di alat vitalnya alam pedesaanku.

bahkan masih ada JEMbatan BUTut didekat surau pembatas desa satu yang lainnya.

tetapi kerinduanlah yang mengajakku untuk pulang.

tasikmalaya,2011- akhir october

pantas

selalu saja

tetapi keinginan

sudahlah

tetapi hasrat ini

lusa aza

tetapi kehendak libidoku memuncak

masih ada hari hari yang lain,sayang.Kerana,

aku  masih datang bulan.Makanya tak bisa melayanimu

desakan sang suami pada sang istri,jakarta 2011

jelas,namun selalu saja enggan

tetapi sumpah pun belum bisa,ketika

kenyang menertawakan dan menghina jelas jelas.

mulut,mata,tangan dan kaki seperti terangsang untuk

tetap mempercumbui dosa.

Hingga seketika pun engkau terbaring,meriang

menahan sakit seperti hendak diperkosa iblis atas ajalmu.

jakarta,2011 september

seperti membuka baju,celana dan segalanya

tetapi jerat sepertinya lebih dahulu menelanjangi kelakuannya,

supaya lebih terasa dan akuntabel saat berdekatan denganmu

nafsu pemikiranmu atas sesuatu hal yang menyenangkan(menurutnya) jelas jelas lebih membayang dibandingkan bayangan lain intervensi dari pihak korupsimu sendiri.

Lalu engkau berpergian

lalu engkau membuka pakaian moral dan moril si pemakai baju lainnya

dan engkau bertopi dengan manieznya,

lalu engkau tersudut seperti menelanjangi kelamin persoalan persoalan yang engkau tuturkan

 

bisakah tuntas persoalan Bapak Nazaruddin?

entah siang,sore dan malam

jika sempatnya

lalu niat bersapa kehendak

jalur rel kereta api pasrah,seperti

kepasrahan sang niat yang hendak mentuntaskan keinginan.

Dan diantara tawa,takut serta tatapan berjuta mata.

Ia terus terlentangkan tubuhnya di atas real kereta api yang semestinya bukan untuk dilakukannya. Meski atas nama penyembuhan sekali pun.

pinggir jakarta dekat rel kereta api 2011

sepotong terong tergeletak tanpa beban,

diatas piring bercorak bunga bunga warna biru.

dalam barisan cabai yang memerah halus dekat vagina bawang merah,

dan bawang putih.

Memudarkan warna ungu sang terong yang tak menjelaskan antara betina dan  jantan,yang tetap tergeletak tanpa beban

seperti menanti datangnya sebuah kenikmatan. Sangkar selangkangan si pemilik nafsu.

Dan sang  terong terus tergeletak diatas piring bercorak

bunga bunga berwarna biru. dekat sehelai rambut sedikit tertinggal.

Sebelum akhirnya berlalu meninggalkan jejak sang rambut diselangkangan itu……..

jakarta panas,setelah makan terong balado 2011