semenit kerlip nafsu menggoda

tetapi entah mengapa suasana tak mendukung,entah

kerana hujan bukan lagi sebuah paguyuban rasa?

tetapi jemari ini sudah melontarkan tujuan,lalu

kamu justru menganggukan kesanggupan.

kita telanjangi tujuan?

kita meluruskan niat tak bertepi!

dan kita menyamarkan kentut untuk tak tercium.

 

jakarta berpolitik, bulan Mei 2013

dalam diam kita bertanya

tetapi apakah ada sebuah jawaban langsung dariNya

lalu termenung

jejak langkah nalarnya terhenti

seperti dogma dalam lagu pujian di altar gereja

dengan diam kita terus merenung

mempertontonkan khazanah arti dari sebuah pergolakan bathin

lalu terus merenung

seperti alunan ayat ayat suci di sebuah surau, samping persawahan pedesaan

dan kita merenung

sementara  dua danauNya sedang menanti  kita,dengan rasa panas atau sejuk,seperti neraka atau surga

dengan diam masih saja merenung

seperti ingin menelanjangiTuhannya seketika penyesalan serta derita hidup tak pernah berhenti menyapa garis hidup sang manusia

serambi sunyi,jakarta di ujung tahun 2012

Diam diantara himpitan keinginan

sebuah alasan seperti hendak mendorongnya,agar

bisa terwujud

Tetapi jeritan bathin seperti kotbah sang Pendeta.

Bahkan sehalus tuturan sang Iman terus menerus membisikannya,membelah niat dan keinginan

Lalu peradaban dunia berwarna,dari kebuasan,kerakusan menggodanya

untuk menikmati indahnya surga dunia dan hartanya

Lalu diam menjadi emas

Menjadi sebuah pelajaran,

dan pemikiran bahwa vagina bukan untuk  dijual, dibagi bagi pada setiap insan yang menginginkan rasanya

Bahwa Vagina tetap harus dijaga pada suata massanya nanti………..

 

Diksi puisi  untuk para gadis dimana saja,november 2012

 

kapasitas untuk bersapa tak terbatas

say hello menjadi pembuka percakapan di jejaringan

tanpa dosa dan bersalah mulai menghembuskan hawa nafsu dari kata perkata

jedah waktu dan usia bukan lagi sebuah dogmah yang mesti dipegang

lalu beberapa hari kemudian berjanji

menentukan waktu dan hari pertemuan

lalu sabda keluarga tak menjerahnya

hingga tangis kemudian menjadi sebuah hidangan disetiap detiknya

tatkala vaginanya mulai tak lagi bisa menghentikan rasa Malu

lalu menangis

lalu bersedih

lalu……………………………………….menyesal!

jerit sang gadis dijejaringan sosial,2012

Sekali lagi engkau mendekat, ku akan selalu diam.

Maaf! Bukan kerana rangsangan malam yang membuatku terdiam. Sekali lagi.

maaf ku akan diam.

Meski wangi keringatmu menggoda liur di ujung nafsu ku.

Aku akan diam. Kerana aku tak pernah sanggup memberikan umpan balik rayuanmu.
Dan maafkan aku jika akan terus terdiam saat engkau mendesak dan mendekati ku dengan ketelanjangan tubuhmu yang menggoda birahi. Kerana engkau masih anak sekolah dan belum pantas menikmati kehangatan nafsu di malam malam hari. Meski vagina ku akan terus tertawa kerana penolakanku.

 

Pantaskah seorang pelajar bercumbu di malam malam di pinggiran jatinegara,2012

 

rerumputannya JEMBUT memang lebat,tetapi maaf,

bukan kerana terlalu dibiarkan tumbuh.

sedang bebatangan terus menegak meski musim berganti ganti,entah

panas, dan hujan.

lalu sang nafsu mulai bergerak gerak kesana kemari

dengan senyum atau bahkan kesakitan.

Tetapi sekarang JEMbatan BUTut itu terputus oleh kemarahan alam bahkan seisinya.

ironis nasib JEmbatan Butut di derah daerah,2012

Sudah malam, Nona

Kemarilah mendekat denganku. Duduklah di pangkuanku, sayang. Kan ku ceritakan tentang cinta yang tak pernah pudar dari hari hari sang penawar cinta itu sendiri. Duduklah sini, sayangku. Dengarkanlah dengan suara hati yang memang benar benar ingin kau simak kisahnya dan jangan kau tawarkan tanya yang tak jelas saat cinta itu akan mengalir dari kisah di bibirku ini. Tersenyumlah, maniz. Tersenyumlah untuk aku.

Dia adalah mawar yang selalu menaburkan putik putik  kesederhanaan serta menyebarkan daun daun yang maniz saat menebarkannya pada tanah yang terkadang becek dan terkadang mengering penuh ke sinergi kecemasan. Mawar yang senantiasa memberi sapa hangat nan bermataforgana sang langit pagi hari. Bahkan sampai di ujung malam sekalipun.

Mawar yang durinya terasa sakit sangat sempurna kesakitannya saat luka mulai menyapa di mahkotanya dan dusta mulai menyirami sekujur batang akar jiwanya. Namun tetap saja mawar namanya. Yang mungkin terasa romantice saat berwarna merah, kuning dan putih. Dan ia benar benar mawar untuk bumi sang pencinta

Bertahun sudah mawar itu bersujud dalam cinta yang ia lakukan dalam wangi cintanya dalam tasbih cinta yang ia bacakan lewat sepoian angin dan menunduk penuh khusuk pada sesuatu yang telah membiuskan mata hati nya agar selalu mendekat dalm genggaman tanah kasih sayangnya…….ach! Mawar telah jatuh cinta pada saat ia hendak merundukkan nyawanya sendiri tatkala wadah langit serta kristal dunia akan sirna perlahan lahan namun mawar tetap bertahan pada cintanya. Dan hanya lewat tanah kasih sayangnya yang telah menggenggam akar jiwanyalah ia membagi kemurnian cintanya sampai di ujung usia………….

Dan mawar itu pun sirna dalam genggaman tanah kasih sayang, duhai nona yang selalu mewarisi senyum yang penuh keindahan di bibir merahmu. Tetaplah duduk dalam pangkuanku meski usia kita tetap tak bisa mengelak dari rasa ketuaannya.

(hadiah khusus untuk para bidadari (julukan bang  Nug)bloger semuanya………semuanya. Salam hangat dari bluethunderheart katanya untuk kalian.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.