tuk 17 tahun ke atas

masih kenyalkan,bang

masih berada diantara rerumputan yang menghitamkan sang hitam kan?

masih terus memberikan kecutnya rasa air sang kesuburan kan

lalu kenapa?

jamaih aku bang

jilati semangat nafsuku

karena aku sudah resmi pasangan hidupmu

karena nafsuku selalu bergelora saat saat menatap keliaran tubuh polosmu bang seketika malam pertama kita berumah tangga

lekas bang

karena aku yakin kesehatanlah yang selalu abang jaga untuk semua kelaki lakian abang untuk aku pasangan nafsumu di malam malamnya sang malam bernafsu kita.

Tuk sahabat yang masih saja meragukan selalu keperjakaannya………

nafas saling bersenandung diantara simphoninya sebuah keinginan

melumat diantara kegelisahan nafsu sang kebuasan

menelantarkan deru deru laju moral yang berkehendak

tapi mereka menyuka

tetapi nafsu lebih hebat daripada peringatan

sang keringat mulai berpacu diantara irama irama kedengusan

membasah

meluncur diantara tubuh di keringatannya ketek, wajah, tangan dan sebagian tubuh yang sulit menjelaskannya………..sebentar lagi ya,sayang! sang nafsu mulai berspekulasi dengan wanginya tubuh yang semalam tadi di beri kecupan berlian olehnya………….hingga Sepertinya Maksiat ku itu benar benar tumpah di bibir manismu yang ranum itu…….

tiga menit berlalu……..dan sang nafsu mulai enggan mendekatinya bahkan untuk sekedar menciumnya!

Sahabat, jangan bermain dengan maksiat ya jika belum siap……….

Kagak tahan………………………

bisa tunggu sebentar saja

tapi aku sudah ingin!

Aku kebetulan lagi bete

sayang……………..

Tidak disini

aku sudah…………….

lagi ndak mud tahu

please cuma sebentar pasti keluarnya…………..

aku tak perduli……aku cuma ingin kamu tahan dulu……………………aku lagi tak bernaf………………………………….yah  tuh kan kamu gimana sich sayang! Kenapa kamu pipis di kursi jok mobilku……………………u jorok!

kan aku bilang aku sudah tak kuat menahannya…………kamunya saja keasyikan nyupir sambil telpon telponan!

Tunduklah di atas kapal pesiar rindumu ,duhai orang orang terkasihku………

Tuntaskan dengan lafal yang syhadu sebait alkitab perasaanmu di pelukan sajadah malam malam pekatmu.Ya, coba terapkan sekali lagi atau berulang langlah pada saat engkau mengingatnya. Mengingat akan segala apa yang telah di rangkum dalam aljabar hari hari mu. Ya,cobalah untuk mempelajari rumus rumus kesetiaanmu di kurangi rasa ketidak perdulianmu dan dibagi dengan angka angka rasa yang timbul dalam rincian arti sebuah perasaan. Tidak! jangan mengulangi jika pada akhirnya engkau enggan untuk menerapkannya. Jangan mengelak jika seumpama engkau telah berhasil meniduri dosa dosamu sendiri. Dosa yang mungkin tanpa sadar telah kau terapkan disetiap langkah langkahmu untuk meninggalkan kotamu.

Duduklah bersila jika seumpama kapal pesiar rindumu terus bergoyang di terpa angin ingatanmu. Duduklah mendekap tasbih cinta yang sudah di garis tangani oleh leluhur sanak saudaramu bahwa engkau adalah sang penakluk bumi impian. Impian yang semoga kau bawa di kotamu dengan penuh kebahagiaan. Atau pun jika pun mengelak dari takdir yang lain dari impianmu janganlah engkau mendustai apa yang dinamakan sebagai Sang Pemilik Bumi dan Langit. Tuhanmu!

ka’deji nania tunja……………bajinu boli si’kedde

kisila leang…..sannang torji pa’maikku (asli lagu makasar ini agak agak ngejazz gityu dech)

(apa yang tersirat sat kalian mengingat kota kelahiranmu sendiri sahabatku…….)

tulang rusukmu katanya tercipta oleh kaumku

tapi bukan tuk di gagas menjadi satu tuntutan kan?

bibirmu katanya sangat sexi jika terlumatkan

sedemikian jika malam malamnya tiba sayang

aku kekasihmu

sekedar kekasih?

aku milikmu

bukan berarti tuk dimiliki semua yang menempel di sekujur tubuhku kan

tapi aku ingin

sekedar ingin tapi tak ada rasa percuma

ini cincin kawinnya! ini jiwa ragaku! dan ini rangsanganku sayang…………………………

( seirama rangsangan yang tertundanya waktu sang pengantin…………..)


kerutan di kulit telapak tanganku sudah mulai nampak

sementara bathin tetap saja menggeledahkan senyum penuh keperihan

ornamen tua

ornamen kerapuhankah

sidak gelisah namun pendar indra kian menguatkan sebuah semangat

cahaya gemintang

cahaya memudar

namun tetap pada satu titik  tujuannya

nyawa melayang tertinggal di bibir vaginanya sang maut

pesona penampilan yang menyajikan atraksi kemilau kedurjanahan jelas terpampang di dekat mata………..

namun aku lupa kalau mataku ini masih melihatnya

dendang syair lagu yang menghipnotis kemilau hanyutmua sangat merdu terdengar di sekat telinga…………

dan sedemikianlah hanyutnya telingaku oleh kemrduan lagu lagu cinta

kemerduan falsafah kata perkata dengan bijaknya engkau janjikan di lidah mulutmu….

karena aku mencintai kedustaan, kemunafikan serta kebohongan kebohongan

detuman bunyi bunyi letusan music yang menmggema sudah menyeret tangan dan kakimu tuk bergoyang………….

Ach! tak usah dipertanyakanlah sebab musababnya karena aku sendiri yang menciptakannya bukan maksud aku hendak menzholimi semua anggota tubuhku menjadi kaku di bulan bulan yang berkah nan suci inikan?

Segelas air…….mau?

mengeleng

Secangkir soup buah?

enggan memakannya

sepotong roti dengan parutan keju dari negeri australia serta taburan cocolate dari negeri swiss!

Hmm, menggoda namun aku terlanjur menjanjikan satu janji yang suci pada jiwa ku yang kelaparan akan dahaga surgawi

Jadi aku menolaknya saat ini………….namun jika nanti setelah adzan maghrib aku pasti memakannya, aku pasti meminumnya dan aku pasti menerima semua pemberian darimu.

Met puasa yah

Engkaukah kekasihku yang datang di malam ini?

Ini tanganku sayang……………..

Engkaukah yang akan mendatangkan kehangatan dalam malam malam yang sedingin ini?

Ini tubuh ku kasihku…………….rasakanlah

Engkau pulakah yang selalu bisa mengajari ku untuk menikmati arti dari sebuah perjalinan kasih sayang diantara kita berdua?

Kita berdua menikmatinya pastinya sayangku,tercinta

Tetapi mamah dan papah tak ada!

Hmm…………

Kakak serta adik juga ikut mereka menikmati pesta di pinggiran pantai dari sejak pagi tadi

Hmm……….OughT!

Hanya bi MInah yang ada …itu juga sedang mojok sama pak satpam di belakang rumah ku.

Hmm……….hMM………Jangan kak!

Tapi aku ingin mencium bibirmu yang merah merona itu duhai sayangku, karena engkau pantas untuk ku nikmati, karena aku kekasihmu dan kamu adalah kasihku jua……………Lho kenapa pergi!

Kita belum pantas melakukan itu…..karena usia kita baru lima belas tahun!

Sahabat maukan menjaga adik adik kita, anak anak kita dari sesuatu yang belum pantas mereka nikmati!

Untuk tujuh belas tahun ke atas dech kayaknya yah………..

Ugh!

Ach………….

tdzimannnnnnnha…………….

Ough!

Kheennaaaaaaaaaaaaaaapppppppppppppphhhhhhhhaaaaaaaaa……………

oooooooooought!

hampir

sedikit lagi…………

hampir……………

sebenthar lagi……………..

OUghT!

aku tutup resletingnya yah…….hmm!

kenapa?????

Sudah………..aku lelah…aku letih……….hello!

Yah, aku disini!

waktu ku sudah habiz dan aku enggan mendapati semprota amarah dari boz ku……nanti kita sambung lagi yah…………….

hellooooooooooo…

Pernah mendapat telpon mendesh dari orang yang tak kita kenal sahabat?

Halaman Berikutnya »